Selamat Datang Di Blog Imas Kusumadewi Semoga Postingan dalam blog ini berguna untuk kalian.

Rabu, 03 Oktober 2012

Pemakaian Dan Perkembangan E-Commerce

E-Commerce dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan perdagangan elektronik, pada saat ini menjadi salah satu cara yang paling baik untuk berjualan. Pengertian dari e-commerce sendiri merupakan salah satu cara penjualan atau pemasaran barang ataupun jasa melalui system elektronik atau kita sebut dengan dunia internet, televise dan jaringan computer lainnya. Internet sendiri merupakan jaringan computer global yang menghubungkan jaringan privat dan public untuk berbagi informasi dimana internet ini telah digunakan untuk komersial seja tahun 1995. Jenis e-commerce ini dapat dibagi menjadi dua yaitu, Bussiness to Bussiness (B2B) dan Bussiness to Consumer (B2C).
E-commerce ini merupakan seperti email, apa yang sulit atau tidak mungkin dilakukan sebelum ada e-commerce menjadi mungkin terjadi. E-commerce ini merupakan salah satu akibat dari perkembangan internet yang signifikan bagi dunia bisnis. Hal ini dirasakan cukup besar oleh perusahaaan skala besar karena implementasinya dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan terutama bagi kelancararan proses-proses bisnis.
Perkembangan e-commerce di Indonesia pada saat ini semakin meningkat digunakan oleh banyak perusahaan. Karena pasar Indonesia yang cukup besar dan komunitas pengguna internet di Indonesia cukup banyak. Selain disamping ada beberapa kerugian yang bisa terjadi dari e-commerce banyak pula keuntungan yang dapat diambil oleh perusahaan dalam meningkatkan pemasarannya produknya. Perkembangan e-commerce telah ada sejak tahun 1996 dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-net (www.dnet.id) sebagai perintis transaksi online. Konsumen/pelanggan pun sudah banyak yang tertarik menggunakan jasa e-commerce. Karena sudah banyak dari konsumen /pelanggan yang mulai mempercayai penjualan menggunakan E-commerce ini. Mengutip dari pernyataan Dimitri Mahayana yang menyatakan bahwa perdagangan melalui internet di Indonesia pada 2009 telah mencapai 35 triliun. Dilihat dari perkembangannya di Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang lebih lagi, karena ada beberapa hal yang mempengaruhinya yaitu
a. Akses dari internet semakin murah dan cepat yang akan menungkatkan jumlah pengguna internet
b. Dukungan dari bidang perbankan yang menyediakan fasilitas internet banking maupun sms banking, yang dapat mempercepat proses transaksi
c. Semakin mudah dan murahnya membangun situs e-commerce dengan tersedia software open source
d. Selain itu di Indonesia harus diterapkan peraturan yang dapat melindungi konsumen dari kerugian yang disebabkan penipuan dan potensi kerugian lainnya.
Read Full Article...

Kekurangan E-Commerce

Bagi organisasi / perusahaan :
ü  Keamanan sistem rentan diserang
Terdapat sejumlah laporan mengenai website dan basis data yang dihack, dan berbagai lubang kelemahan keamanan dalam software. Hal ini dialami oleh sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan lembaga perbankan. Masalah keamanan ini menjadi sangat pnting karena bila pihak lain yang tidak berwenang bisa menembus sistem maka dapat menghancurkan bisnis yang telah berjalan.
ü  Persaingan tidak sehat
Di bawah tekanan untuk berinovasi dan membangun bisnis untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dapat memicu terjadinya tindakan ilegal yaitu penjiplakan ide dan perang harga.
ü  Masalah kompabilitas teknologi lama dengan yang lebih baru
Dengan perkembangan dan inovasi yang melahirkan teknologi baru, sering muncul masalah yaitu sistem bisnis yang lama tidak dapat berkomunikasi dengan infrastruktur berbasis web dan internet. Hal ini memaksa perusahaan untuk menjalankan dua sistem independen yang tidak dapat saling berbagi, hal ini dapat mengakibatkan pembengkakan biaya.
Bagi Konsumen :
ü  Perlunya keahlian komputer
Tanpa menguasai keahlian computer, mustahil konsumen dapat berpartisipasi dalam e-commerce. Pengetahuan dasar computer diperlukan, antara lain pengetahuan mengenai internet dan web.
ü  Biaya tambahan untuk mengakses internet
Untuk ikut serta dalam e-commerce dibutuhkan koneksi internet yang tentu saja menambah pos pengeluaran bagi konsumen.
ü  Biaya peralatan komputer
Komputer diperlukan untuk mengakses internet, tentu saja dibutuhkan biaya untuk mendapatkannya. Perkembangan komputer yang sangat pesat menyarankan konsumen untuk juga mengupdate peralatannya apabila tidak ingin ketinggalan teknologi.
ü  Risiko bocornya privasi dan data pribadi
Segala hal mungkin terjadi saat konsumen mangakses internet untuk menjalankan e-commerce, termasuk risiko bocornya data pribadi karena ulah orang lain yang ingin membobol sistem.
ü  Berkurangnya waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain
Transaksi e-commerce yang berlangsung secara on-line telah mengurangi waktu konsumen untuk dapat melakukan proses sosial dengan orang lain. Hal ini tidak baik karena dikhawatirkan akan dapat mengurangi rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
ü  Berkurangnya rasa kepercayaan karena konsumen berinteraksi hanya dengan komputer.
Bagi Masyarakat :
ü  Berkurangnya interaksi antar manusia
Karena masyarakat lebih sering berinteraksi secara elektronik, dimungkinkan terjadi berkurangnya kemampuan sosial dan personal manusia untuk bersosialisasi dengan orang lain secara langsung.
ü  Kesenjangan sosial
Terdapat bahaya potensial karena dapat terjadi kesenjangan sosial antara orang-orang yang memiliki kemampuan teknis dalam e-commerce dengan yang tidak, yang memiliki keahlian digaji lebih tinggi daripada yang tidak.
ü  Adanya sumber daya yang terbuang
Munculnya teknologi baru akan membuat teknologi lama tidak dimanfaatkan lagi. Misalnya dengan komputer model lama atau software model lama yang sudah tidak relevan untuk digunakan.
ü  Sulitnya mengatur internet
Sejumlah kriminalitas telah terjadi di internet dan banyak yang tidak terdeteksi. Karena jumlah jaringan yang terus berkembang semakin luas dan jumlah pengguna yang semakin banyak, seringkali membuat pihak berwenang kesulitan dalam membuat peraturan untuk internet.
Read Full Article...

Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce

Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce
Kelebihan e-commerce
Bagi konsumen :

Ø  Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.

Ø  Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.

Ø  Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.

Ø  Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.

Ø  Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau mingu.

Ø  Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).

Ø  Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.

Ø  Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Bagi masyarakat :

Ø  Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
Ø  Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Ø  Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
Ø  Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.
Bagi bisnis :
Ø  Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
Ø  e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.

Secara ringkas manfaat / keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :

  • Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
  • Bagi Pengelola bisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
  • Bagi Manajemen: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
Sesuatu didunia ini memang tidak ada yang sempurna, dibalik keuntungan-keuntungan diatas ada juga beberapa kelemahan dan permasalahan pada E-COMMERCE, yaitu :
Keterbatasan Teknis e-commerce :
ü  Ada kekurangan sistem keamanan, kehandalan, standar, dan beberapa protokol komunikasi
ü  Ada bandwidth telekomunikasi yang tidak mencukupi
ü  Alat pengembangan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan dan sedang berubah dengan cepat
ü  Sulit menyatukan perangkat lunak Internet dan EC dengan aplikasi dan database yang ada sekarang ini .
ü  Vendor-vendor kemungkinan perlu server web yang khusus serta infrastruktur lainnya, selain server jaringan
ü  Beberapa perangkat lunak EC mungkin tidak akan cocok bagi hardware tertentu, atau tidak bisa dipasang bersama dengan beberapa sistem pengoperasian atau komponen-komponen lain.

Keterbatasan Non Teknis e-commerce :

ü  Biaya dan justifikasi. Biaya pengembangan EC dalam rumah bisa sangat tinggi, dan kekeliruan yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan adanya keterlambatan (penangguhan).
ü  Sekuritas dan privasi. Kedua isu ini penting, khususnya di wilayah B2C, lebih khusus lagi isu sekuriti yang dipandang serius dibanding yang sebenarnya bila diterapkan inskripsi yang tepat. Ukuran-ukuran privasi secara konstan bisa diperbaiki. Tetapi, pelanggan memandang issu ini sebagai persoalan sangat penting, dan industri EC memiliki tugas jangka panjang dan berat untuk meyakinkan pelanggan bahwa transaksi online dan privasinya, sesungguhnya sangat aman.
ü  Sedikit kepercayaan dan resistensi pemakai. Pelanggan tidak mempercayai penjual tanpa wajah yang tidak mereka kenal (kadang-kadang mereka tidak percaya bahkan meskipun sudah mengenalnya), transaksi tanpa kertas, dan uang elektronis. Karena itu pergeseran dari toko fisikal ke toko virtual kemungkinan menghadapi kesulitan tersendiri.
Read Full Article...

Masalah E-Commerce

1)      Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.

2)      Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Read Full Article...